Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Bahan Makanan Pokok Pengganti Beras /Nasi

November 01, 2019 3 Comments

Hadirnya makanan cepat saji, bukanlah solusi untuk mengganti makanan pokok, selain kurang baik untuk kesehatan dari sisi ekonomi juga  kurang ekonomis, karena masih banyak makan pokok pengganti yang alami, menyehatkan, ramah lingkungan, lebih ekonomis, dan tentunya bisa mempertahankan makan pokok nusantara.
Sebelum masuk ke pembahasan baham makan pokok pengganti, alangkah lebih baiknya kita kupas dulu apa itu makan pokok.
Makan pokok  adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi.
Makanan pokok berbeda-beda sesuai dengan keadaan tempat dan budaya, tetapi biasanya berasal dari tanaman, baik dari serealia seperti berasgandumjagung, maupun umbi-umbian seperti kentangubi jalartalas dan singkongRotimi (atau pasta), nasibubur, dan sagu dibuat dari sumber-sumber tersebut.
 Di Indonesia makan pokok sangat beragam, tetapi kebanyakan rakyatnya mengkonsumsi beras, tetapi di beberapa daerah ada yang mengkonsumsi sagu ataupun singkong sebagai bahan makan pokok mereka.
Setiap tahunnya kebutuhan akan bahan pokok makan berupa beras dan jagung mengalamai peningkatan, sedangkan lahan persawahan semakin mengalami penyusutan, di sebakan karena banyaknya lahan yang laih fungsi menjadi pemukiman penduduk, pertokoan, dan kawasan industry.
Kita tentu pernah mendengar sebuah pernyataan bahwa suatu saat kita bisa saja akan mengalami kehabisan beras, ya benar sekali pernyataan yang mendasar, bukan pernyataan kaleng-kaleng, karena yang mengeluarkan statmen seperti itu sudah menganalisanya, karena beberapa faktor seperti yang saya sebutkan tadi.
Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan tersebut, kita bisa mengatasinya dengan cara tidak terlalu bergantung pada beras saja, bagai mana caranya, kalau memperluas lahan pertanian kayak sudah bukan solusi yang tepat, mengurangi pembangunan, juga bukan cara yang tepat, carnya adalah dengan cara perlahan mengganti bahan makan pokok pengganti beras yang memenuhi nutrisi dan gizi dan sebagai sumber karbohidrat.
Ada beberapa bahan makanan pokok pengganti beras.
1.      Jagung.
Jagung atau bahasa latinnya “Zea Mays” Adalah adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi
Makanan hasil olahan jagung, sudag banyak sekali beredar di pasaran, mengkonsumsi jagung bisa dengan berbagai cara olahan, mulai dari di bakar, di rebus, bahakan di olah menjadi tepung jagung.
2.      Kentang.
Kentang dalam bahasa latin di sebut “ solanum tuberosum” adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.

Kentang termasuk salah satu umbi-umbian yang memiliki karbohidrat, namun jumlah karbohidrat di dalam kentang lebih rendah jika dibandingkan karbihidrat yang ada didlam nasi.
Kentang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti, menjaga kesehatan tulang, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan usus, dan mengobati insomnia (penyakit sulit tidur).
3.      Pisang
pisang kaya akan vitamin, A, C, kalsium dan fosfor, pisang juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti mencegah luka lambung, menurunkan kolesterol, mencegah kanker usus, dan menjaga kesehatan jantung.

Pisang juga sangat kaya akan karbohidrat dan protein, tepung pisang dapat digunakan sebagai bahan campuran roti, kue, bubur bayi, ice cream, dan banyak lainnya.
4.      Singkong.
Singkong memiliki kandungan energy yang tinggi, memiliki indek glikemiks yang rendah, sehingga singkong bisa sebgai pengganti bahan makan pokok nasi, dan sangat cocok untuk di konsumsi oleh orang penderita diabetes.
Itulah, beberapa jenis makan yang bisa menjadi bahan makan pengganti makanan pokok sehari-hari kita,



Pendidikan Indonesi: Sejarah Palang Merah Indonesia

Desember 15, 2017 Add Comment
Sejarah Palang Merah Indonesia (PMI) Inrer Arma Caritas
Dalam Sistem Pendidikan Indonesia ada yang namanya kegiatan Ekstrakulikuler yaitu kegiatan siswa yang dilakukan diluar jam sekolah, salah satunya adalah palang merah. nah kali ini kita akan bahas sejarah palang merah indonesia (PMI)
Masa Penjajahan
tanggal 21 oktober 1932 pemerintah belanda mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) dengan nama NERKAI (Nederland Reede Kruis Afloding  Indonesia), dengan diperakarsai oleh dr. RCL Senduk dan dr. Bachdar Djohan. pada zaman penjajahan jepang (1942-1945)  keduanya mencoba lagi akan tetapi ditolak.
Masa Kemerdekaan 
Tanggal 3 september 1945 presiden soekarno mengeluarkan perintah untuk mendirikan suatu badan palang merah nasional. maka dr. Boentaran Marteatnaja (MENKES RI pada kabinet 1) pada tanggal 5 september 1945 membentuk panitia lima (5)  yang terdiri dari

  1. dr. R. Moechtar sebagai ketua
  2. dr. Bachdar Djohan sebagai sekretaris 
  3. dr. Djohana sebagai anggota
  4. dr. Marzuki sebagai anggota dr. Sintanala sebagai anggota 
dan pada tanggal 17 september 1945 panitia lima berhasil menyusun pengurus besar PMI. denagan ketua Drs. Moch. Hatta. dan pada tanggal 17 september di jadikan sebagai hari lahirnya Palang Merah Indonesia 


Peristiwa Sejarah Palang Merah Indonesia
tanggal 16 januari 1950 pemerintah indoensia secara resmi mengeluarkan atau mengesahkan satu-satunya organisasi PMI sebagai penghimpun palang merah melalu kep. RI tertanggal 16 januari 1950 no 25. pada tanggal itu pula di laksanakan serah terima tugas palang merah dari NERKAI ke PMI.
pada tanggal 5 juni 1950 pemerintah Indonesia diakui oleh ICRC (International Committee Red Cross) sebagai penghimpun palang merah nasional dengan SK no 392. dan pada tanggal 16 oktober 1950 Plang Merah Indonesia (PMI) diterima sebagai anggota liga perhimpunan palang merah yang ke-68.
sejak tanggal 28 november 1991 nama league Of Red Cross and Red Crescent diganti menjadi International Federation Of The Red Cross and Red Crescent Societes. (IFRCRC)
Tokoh Palang Merah Indonesia

  1. ketua PMI tahun 1945-1946 Drs. Moch. Hatta
  2. ketua PMI tahun 1946-1948 Soetardjo Kartohadi K
  3. ketua PMI tahun 1948-1952 BPH. Bintaro
  4. ketua PMI tahun 1952-1954 Prof. Bachdar Djohan
  5. ketua PMI tahun 1954-1966 PAA. Paku Alam VIII
  6. ketua PMI tahun 1966-1969 Letjen. Basuki Rachmat
  7. ketua PMI tahun 1970-1982 Prof. dr. Satrio
Itulah Sejarah singkat Palamng Merah Indonesia  (PMI) semoga bermanfaat

Sejarah palang merah "International Comite Red Cross" (ICRC)

November 29, 2017 Add Comment
International Comite Red Cross
Palang merah internasional adalah sebuah organisasi relawan yang menolong orang tanpa pandang suku, agama dan bangsa, Palang merah Internasional atau yang dikenal dengan Internasional comite red cross.
Internasional comite red cross di gagas oleh orang berkebangsaan Swiss saat peperangan dahsyat antara perancis dan Austria pada tahun 1859. dimana pada saat itu Henry dunant menyaksikan banyaknya korban perang yang membutuhkan pertolongan, sehingga timbullah ide untuk menolong para korban.
Pengalamannya saat dimedan perang ia tuangkan dalam sebuah buku pada tahun 1962 yang berjudul "A memory solferino" (kenangan di solferino) yang mengisahkan tentang korban peperangan mengangkat dua gagasan yaitu mengusulkan dibentuknya organisasi sukarela yang memberikan bantuan kepada orang yang terluka dimedan perang dan membuat perjanjian internasional untuk melindungi korban perang. 
  1. ICRC ( Internasional Commite of Red Cross) 
Organisasi
Organisasi internasional swasta, netral dan mandiri, tidak di bawah PBB  berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Dewan Eksekutif terdiri dari 25 orang warga Swiss.
Peran
 Institusi netral, Pelindung (guardian) asas dan pelaksana Konvensi Jenewa 1949 dan Memiliki Hak Prakarsa
Dana
Sumbangan dari negara peserta Konvensi Jenewa, Perhimpunan Nasional, Sumbangan UE, sumbangan dari pihak lain.

  2. IFRC ( Internasional Federation of Red Cross and Red Cresent)
Pendirian Organisasi Ini diprakasai oleh HENRY DAVIDSON (Amerika) dan disahkan pada suatu konfrensi Internasional pada tahun 1919. Federasi ini bermarkas di Swiss., bertugas mengkoordinir Perhimpunan Perhimpunan Nasional.
 
Perhimpunan Nasional.
Perhimpunan ini beranggotakan 176 negara termasuk Palang Merah Indonesia. Kegiatan Perhimpunan Nasional Beragam seperti:
  • Bantuan Darurat pada Bencana
  • Bantuan Sosial
Syarat berdirinya suatu Perhimpunan Nasional:
Mendapat pengakuan dari Negara dan sudah menjadi peserta Konvensi Jenewa dan Menjalankan Prinsip dasar Gerakan

 Lambang
    Sebelum diadopsinya lambang Palang Merah,sebagai lambang Universal yang netral, setiap Negara memiliki tanda penganal perhimpunanya masing – masing.
    Umumnya, suatu Negara hanya mengetahui personel medis negaranya saja, dan tidak mengetahui personel medis lawan mereka.
    Hal ini menyebabkan personel medis tidak dianggap sebagai pihak yang netral, melainkan sebagai kesatuan tentara.
Palang Merah
Delegasi dari konfrensi internasional pada tahun 1863 akhirnya memilih lambang palang merah di atas dasar putih ( kebalikan bendera Swiss) sebagai perhormatan terhadap Swiss yang telah memfasilitasi konfrensi Internasional, lambang ini juga memiliki desain yang mudah dikenali & dibuat.
Austria : Putih
Prancis :Merah
Spanyol : Kuning

Bulan Sabit Merah 
  • Sejarah lambang ini bermula pada tahun 1876, saat Balkan dilanda perang, sejumlah pekerja Ottoman ( Turki ) dibunuh karena memakai ban lengan Palang Merah.
  • Balkan menganggap lambang Palang Merah menyerupai Salib yang identic dengan agama tertentu.
  •  Balkan mengajukan permohonan penggunaan lambang Bulan Sabit Merah di atas dasar putih sebagai lambang perhimpunan mereka.
  • Gagasan ini perlahan-lahan mulai diterima dan memperoleh semacam pengesahan dalam bentuk “reservasi” dan pada Konferensi Internasional tahun 1929 secara resmi diadopsi sebagai Lambang yang diakui dalam Konvensi, bersamaan dengan Lambang Singa dan Matahari Merah di atas dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (saat ini Iran). Tahun 1980, Republik Iran memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Lambang tersebut dan memilih memakai Lambang Bulan Sabit Merah.
Kristal Merah      
–       Pada Konferensi Internasional yang ke-29 tahun 2006,  sebuah keputusan penting lahir, yaitu diadopsinya Lambang Kristal Merah sebagai Lambang keempat dalam Gerakan dan memiliki status yang sama dengan Lambang lainnya yaitu Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Konferensi Internasional yang mengesahkan Lambang Kristal Merah tersebut, mengadopsi Protocol Tambahan III tentang penambahan Lambang Kristal Merah untuk Gerakan, yang sudah disahkan sebelumnya pada Konferensi Diplomatik tahun 2005.
  • Usulan membuat Lambang keempat, yaitu Kristal Merah, diharapkan dapat menjadi jawaban, ketika Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tidak bisa digunakan dan ‘masuk’ ke suatu wilayah konflik. Mau tidak mau, perlu disadari bahwa masih banyak pihak selain Gerakan yang menganggap bahwa Lambang terkait dengan simbol kepentingan tertentu.
  • Penggunaan Lambang Kristal Merah sendiri pada akhirnya memilliki dua pilihan yaitu: dapat digunakan secara penuh oleh suatu Perhimpunan Nasional, dalam arti mengganti Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah yang sudah digunakan sebelumnya, atau menggunakan Lambang Kristal Merah dalam waktu tertentu saja ketika Lambang lainnya tidak dapat diterima di suatu daerah. Artinya, baik Perhimpunan Nasional, ICRC dan Federasi pun dapat menggunakan Lambang Kristal Merah dalam suatu operasi kemanusiaan tanpa mengganti kebijakan merubah Lambang sepenuhnya.
Fungsi Lambang
Sebagai Tanda Pengenal: Bersifat kecil, berlaku di masa damai, mengingatkan perhimpunan Nasional Bahwa mereka bekerja berdasarkan prinsip dasar gerakan.
Sebagai Tanda perlingungan: Bersifat besar, berlaku di masa perang, harus menimbulkan reaksi penghormatan.
Penyalahgunaan Lambang :
 Setiap negara peserta Konvensi Jenewa memiliki kewajiban membuat peraturan atau undang-undang untuk mencegah dan mengurangi penyalahgunaan Lambang. Negara secara khusus harus mengesahkan suatu peraturan untuk melindungi Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Dengan demikian, pemakaian Lambang yang tidak diperbolehkan oleh Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan merupakan pelanggaran hukum.